RESULTADOS DE LA TERCERA EDICIÓN DE TEFAF NEW YORK FALL

Resultados de la tercera edición de TEFAF New York Fall 

El pasado miércoles concluyó la versión americana de una de las ferias más relevantes de Europa. Durante la jornada preinaugural y el pase VIP ya se produjeron las primeras ventas. Ese día triunfó la pintura del XVII-XVIII, la cerámica de Delf, artes decorativas chinas, mobiliario del XVII y arqueología romana y egipcia entre otras disciplinas.


Desde sus inicios en 2016, TEFAF New York Fall ha aportado una renovada energía al diálogo en el mercado del arte, creando una plataforma única en los Estados Unidos y reuniendo a una comunidad de coleccionistas, académicos, profesionales e instituciones. Al traducir los estrictos estándares de calidad y presentación establecidos por su evento más emblemático en Maastricht, TEFAF ha conseguido despertar rápidamente el entusiasmo de la comunidad artística americana. Las Ferias TEFAF en la Gran Manzana permiten vislumbrar cómo es la feria de Maastricht y han dado a conocer a un nuevo e importante público la célebre experiencia TEFAF.

Entre las ventas iniciales destacan:

●      Carlo Orsi-Trinity Fine Art (Reino Unido: Stand 337) vendió el Retrato de un joven noble, de Guiseppe Maria Mazza (1653-1741), a un coleccionista privado por una suma de siete cifras, así como la Hechicera con la cabeza de Medusa, con el nacimiento de Pegaso al fondo, una obra Pseudo-Caroselli.

●      Aronson Antiquairs (Países Bajos; Stand 338) vendió una Pareja de grupos policromados de dos caballeros en un bote, de cerámica de Delft, a un coleccionista privado por una suma de alrededor de 100.000 $.

●      Burzio (Reino Unido; Stand 211) vendió La silla etrusca (Siege A L’Antique), de Georges Jacob (1739-1814), a un coleccionista privado de las obras de Jacob.

●      Jaime Eguiguren (Argentina; Stand 362) vendió la pintura Adoración de los pastores de Christoph Gertner (1580 – 1623).

●      Charles Ede (Reino Unido; Stand 101) vendió Asas romanas de cabeza de león de bronce (siglos I-II d. C.), Base de lámpara romana de bronce (siglos I-II d. C.) y Cuenco egipcio ondulado de terracota (Principios del 3er milenio a. C.)

●      Maria Kiang Chinese Art (China; Stand 324) vendió una Bandeja ‘Hoja de loto’ en madera de zitan y una Copa de ágata en forma de malva con asa.

●      Galleria Carlo Virgilio & Co. (Italia; Stand 364) vendió Magdalena Penitente (1717), de Caterina de Julianis (1670-1743).

●      Tomasso Brothers Fine Art (Reino Unido: Stand 207) vendió Pie de Mercurio en mármol blanco, fechado en el siglo I-II d. C., por un precio de alrededor de 350.000 $, y un retrato temprano de perros del artista de bodegones holandés Dirck de Horn, con el nombre Spaniels y pointer en un paisaje.

Las ventas importantes en los últimos días de la Feria incluyen:

●      Hirschl & Adler Galleries (EE. UU.; Stand 370) vendió el retrato George Washington (Retrato Munro-Lenox) de Gilbert Stuart (1755–1828).

●   Haboldt · Pictura (Países Bajos, EE. UU., Francia; Stand 341) vendió Retrato de un joven caballero con armadura, posiblemente un miembro de la familia Doria, sujetando un bastón (1570), de Luca Cambiaso (1527-1585); Mercurio, de pie, visto desde atrás, de Jacob Jordaens (1593-1678), y Barcos de tres mástiles en un temporal, de Julius Porcellis (1610-1654), además del Retrato de un hombre de 52 años, (probablemente) Jacob Jansz Banninck, de Cornelis Ketel (1548-1616), y Un paisaje fluvial con cabañas y figuras, de Jacob van Ruisdael (1628-1682).

●      Taylor | Graham (EE. UU.; Stand 366) vendió L’Ombre et la Lumiere (1910), de Leon-Ernest Drivier (1878-1951).

●      Maria Kiang Chinese Art (China; Stand 324) vendió A Rootwood Scrollrest (soporte para pergaminos de madera de raíz) al artista contemporáneo Ai Weiwei.

●      Peter Finer (EE. UU.; Stand 306) vendió Un escudo de desfile para la Trabantenleibgarde, Principe-arzobispo de Salzburgo.

●      Ronald Phillips (Reino Unido; Stand 357) vendió Un águila Jorge II en madera dorada de Thomas Chippendale (1718-1779), así como Un enfriador de vino Jorge III ovalado montado en bronce dorado pintado de blanco.

●  Sebastian Izzard LLC. (EE. UU.; Stand 343) vendió Actores en una escena teatral a orillas del río, de Katsukawa Shun’ei (1762-1819), y Retrato de cuerpo entero del actor Ichikawa Danzo IV en un papel teatral, de Ryukosai Jokei (1777-1809).

●      Daxer & Marschall (Alemania; Stand 372) vendió Un Soir, Gravelines (1890), de Georges Seurat (1859-1891), a un coleccionista privado.

●      Tomasso Brothers Fine Art (Reino Unido: Stand 207) vendió Figura de un joven afligido, de la primera mitad del siglo XVI.

●      Benjamin Proust – Fine Art Limited (Reino Unido; Stand 307) vendió un Busto cicládico (2600 – 2500 a. C.).

●  Jorge Welsh Works Of Art (Reino Unido, Portugal; Stand 331) vendió una Vajilla de porcelana china de exportación de la dinastía Qing, Qianlong (1736-1795), Porcelana azul bajo esmalte Kangxi (1662-1722), Familia china de porcelana rosa y ejemplares de figuras de esmalte chino pintado sobre cobre, por sumas de 5 a 6 cifras.

●      Lowell Libson & Jonny Yarker LTD (Reino Unido; Stand 361) vendió Elizabeth Rolleston con su hijo Samuel (1776), de Sir Joshua Reynolds (1723-1792).

 

Además de conocidos coleccionistas, marchantes de arte y personalidades del mundo de la moda, el cine y el diseño, estuvieron presentes los representantes de museos como el J. Paul Getty Museum, The Metropolitan Museum of Art, Rijksmuseum de Ámsterdam, Le Louvre, El Museo del Barrio, Art Gallery of Ontario, The Art Institute of Chicago, Museum of Fine Art de Boston, Dulwich Picture Gallery (Reino Unido), National Gallery Washington, Detroit Institute of Arts, J. Paul Getty Museum, LACMA, The National Trust (Reino Unido) y la Frick Collection.

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Memiliki Susunan Simbol yang Terus Berubah dan Ada Mekanisme Menarik di Baliknya

Mengapa Mahjong Ways Menggunakan Simbol Bernuansa Tradisional dalam Tampilan Permainannya?

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Satu Rangkaian Simbol Dapat Memicu Perubahan Berikutnya

Ada Perbedaan antara Mahjong Ways dan Mahjong Ways 2 yang Menarik Dilihat dari Sisi Desain

Mahjong Ways Memiliki Tampilan yang Mudah Dikenali meski Menggunakan Elemen Visual Sederhana

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menampilkan Informasi Multiplier tanpa Mengganggu Tampilan Utama?

Mahjong Ways dan Hubungan antara Pemilihan Simbol dengan Tema Permainan yang Diusung

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Pentingnya Urutan Animasi dalam Menjelaskan Mekanisme Cascade

Mengapa Efek Perubahan Simbol dalam Mahjong Ways 2 Perlu Ditampilkan secara Bertahap?

Mahjong Ways Menggabungkan Ornamen Klasik dan Tampilan Digital dalam Satu Konsep Permainan

Game Mobile Kini Dirancang untuk Berbagai Ukuran Layar dan Ada Tantangan Desain di Baliknya

Mengapa Kenyamanan Mata Mulai Menjadi Pertimbangan dalam Pengembangan Game Digital?

Perubahan Kebiasaan Pengguna Membuat Desain Game Smartphone Semakin Memperhatikan Detail Kecil

Game Digital dengan Tampilan Minimalis Bisa Tetap Menarik Berkat Pengaturan Elemen yang Tepat

Bagaimana Pengembang Menjaga Kelancaran Animasi Game pada Smartphone dengan Spesifikasi Berbeda?

Perkembangan Game Mobile Memperlihatkan Pentingnya Kontrol yang Mudah Dipahami Pengguna Baru

Mengapa Tata Letak Tombol dalam Game Smartphone Bisa Memengaruhi Kenyamanan Penggunaan?

Teknologi Game Digital Terus Berkembang tetapi Kejelasan Tampilan Tetap Menjadi Kebutuhan Utama

Game Mobile dan Perubahan Cara Pengembang Menghadirkan Pengalaman Interaktif di Layar Kecil

Bagaimana Pengujian Pengalaman Pengguna Membantu Memperbaiki Desain Game Digital Sebelum Dirilis?

Game Bertema Asia Memiliki Ragam Inspirasi Visual yang Tidak Hanya Berasal dari Simbol Tradisional

Mengapa Unsur Budaya dalam Game Digital Perlu Disajikan dengan Pemahaman yang Tepat?

Komunitas Game Mobile Bisa Membentuk Cara Baru dalam Mengenalkan Permainan kepada Pengguna Lain

Di Balik Sebuah Game yang Ramai Dibicarakan, Ada Peran Percakapan Digital yang Terus Berkembang

Kecerdasan Buatan Membantu Pengembang Game Memahami Masalah Teknis melalui Analisis Data

Bagaimana Tren Video Pendek Memengaruhi Cara Orang Mengenal Game Digital yang Belum Pernah Dicoba?

Perkembangan Game Digital Membuka Ruang bagi Kolaborasi antara Seniman dan Pengembang Teknologi

Mengapa Sebuah Game Bisa Memiliki Identitas Kuat tanpa Harus Mengikuti Semua Tren Visual?

Game Mobile Menjadi Bagian dari Perubahan Kebiasaan Masyarakat dalam Mengakses Hiburan Digital

Bagaimana Ulasan dan Diskusi Komunitas Membantu Pengguna Memahami Kelebihan serta Kekurangan Game?

Mahjong Ways 2 Menunjukkan Bagaimana Animasi Berantai Dapat Membentuk Alur Permainan yang Khas

Mengapa Simbol Tradisional Masih Banyak Ditemukan dalam Desain Game Digital Masa Kini?

Perkembangan Game Mobile Mengubah Cara Pengembang Menyusun Tampilan untuk Layar Smartphone

Mahjong Ways Memiliki Pendekatan Visual yang Menghubungkan Tema Klasik dengan Hiburan Digital

Di Balik Efek Cahaya dalam Game Modern, Ada Teknik Desain yang Membantu Menonjolkan Informasi

Bagaimana Mekanisme Cascade dalam Mahjong Ways 2 Mengubah Susunan Simbol Selama Permainan?

Game Digital Bertema Asia Memperlihatkan Perpaduan Menarik antara Ornamen dan Animasi Modern

Mengapa Sebagian Game Mobile Tetap Mudah Dikenali Meski Tampilan Permainan Terus Berkembang?

Mahjong Ways Menggunakan Warna Emas sebagai Bagian dari Identitas Visual yang Konsisten

Perubahan Cara Orang Menggunakan Smartphone Membawa Tantangan Baru bagi Desain Game Mobile

Mahjong Ways 2 Memadukan Efek Multiplier dengan Animasi yang Menjelaskan Perubahan Permainan

Bagaimana Desain Ikon dalam Game Digital Membantu Pengguna Mengenali Fungsi dan Informasi?

Game Mobile Modern Semakin Memperhatikan Keseimbangan antara Tampilan dan Kemudahan Navigasi

Mahjong Ways dan Pengaruh Motif Tradisional terhadap Pembentukan Karakter Visual Permainan

Mengapa Animasi yang Terlalu Ramai Bisa Mengganggu Kenyamanan Pengguna Game Digital?

Komunitas Game Online Sering Membentuk Tren Baru melalui Diskusi dan Berbagi Pengalaman

Mahjong Ways 2 Memiliki Elemen Audio Visual yang Mendukung Penyajian Mekanisme Permainan

Perkembangan Teknologi Grafis Membuka Ruang Baru bagi Kreativitas Pengembang Game Mobile

Bagaimana Tema Budaya dalam Game Digital Bisa Diperkenalkan tanpa Menghilangkan Ciri Aslinya?

Game Digital Tidak Selalu Membutuhkan Tampilan Rumit untuk Memberikan Pengalaman yang Berkesan

Kasino Online di Tengah Perubahan Kebiasaan Masyarakat Mengakses Informasi Digital

Mengapa Pemahaman tentang Peluang Menjadi Penting dalam Permainan Kasino Digital?

Fenomena Kasino Online dan Tantangan Membedakan Informasi dengan Promosi

Bagaimana Kemudahan Pembayaran Digital Memengaruhi Aktivitas Kasino Online?

Di Balik Popularitas Kasino Digital, Ada Persoalan Literasi yang Jarang Dibahas

Kasino Online dan Perubahan Cara Pengguna Menilai Keamanan Platform Digital

Ketika Hiburan Berbasis Internet Menimbulkan Pertanyaan tentang Batas Pengeluaran

Memahami Pengaruh Pengalaman Menang dan Kalah terhadap Keputusan Pengguna Kasino

Mengapa Perlindungan Identitas Digital Menjadi Perhatian dalam Kasino Online?

Menelusuri Hubungan Antara Perkembangan Kasino Online dan Kesadaran Risiko Pengguna

Mengapa Kasino Online Semakin Sering Dibahas dalam Fenomena Budaya Digital?

Di Balik Tampilan Kasino Digital, Ada Desain yang Memengaruhi Keputusan Pengguna

Kasino Online dan Fenomena Hiburan Instan yang Mengubah Persepsi Risiko

Bagaimana Notifikasi Digital Memengaruhi Kebiasaan Pengguna Kasino Online?

Ketika Transaksi Tanpa Uang Tunai Mengubah Cara Pengguna Melihat Pengeluaran

Mengenali Perbedaan Antara Hiburan Digital dan Perilaku Bermain Berlebihan

Kasino Digital dalam Sorotan: Mengapa Transparansi Sistem Semakin Penting?

Dari Layar Smartphone hingga Media Sosial, Bagaimana Kasino Online Diperkenalkan?

Mengapa Kemenangan Kecil Bisa Memengaruhi Cara Pandang terhadap Kasino Online?

Menelusuri Peran Konten Digital dalam Membentuk Persepsi tentang Kasino Online

Mahjong Ways 2 Memiliki Cara Tersendiri dalam Menampilkan Perubahan Simbol dan Efek Visual

Mengapa Game Digital dengan Tema Asia Masih Menarik Perhatian di Tengah Banyaknya Pilihan Hiburan?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Pengguna Tidak Lagi Bergantung pada Grafis Semata

Mahjong Ways Menghadirkan Detail Visual yang Menggabungkan Simbol Klasik dengan Sentuhan Modern

Bagaimana Desain Gerakan dalam Game Digital Membantu Menciptakan Pengalaman yang Lebih Interaktif?

Game Bertema Tradisional Mulai Mendapat Sentuhan Teknologi yang Mengubah Cara Penyajiannya

Mahjong Ways 2 dan Peran Animasi dalam Memperjelas Mekanisme Pergantian Simbol

Mengapa Pengalaman Pengguna Menjadi Pertimbangan Penting dalam Perancangan Game Mobile Modern?

Komunitas Game Digital Membantu Memperkenalkan Berbagai Sudut Pandang tentang Sebuah Permainan

Perubahan Desain Antarmuka Game Mobile Menunjukkan Pentingnya Navigasi yang Mudah Dipahami