REFLEXIONES SOBRE LA COPIA PICTÓRICA EN LA MONARQUÍA HISPÁNICA

Michel Coxcie, copia de Van der Weyden. Descendimiento de la Cruz (detalle). © Museo Nacional del Prado.

REFLEXIONES SOBRE LA COPIA PICTÓRICA EN LA MONARQUÍA HISPÁNICA

El Institut Royal du Patrimoine artistique de Bruselas acoge un congreso sobre la copia pictórica durante los siglos XVI al XVIII.

© KIK-IRPA, Brussels.

El congreso, celebrado durante los días 9 y 10 de febrero de 2017, contó con una conferencia inaugural a cargo del reputado profesor de la Universidad Libre de Bruselas, Didier Martens, que versó sobre la copia de los primitivos flamencos en España. En este sentido, fue objeto de interés la figura del pintor Juan de Flandes, al que se dedicó otra ponencia a cargo de la especialista Nicola Jennings (Londres, The Courtauld Intitute of Art) donde se planteó la relación entre el pintor y las miniaturas, entre ellas el famoso Breviario de Isabel la Católica y el Libro de Horas de Juana I de Castilla, más conocido como Libro de Horas Rothchild (ambos volúmenes en Londres, The British Library). El siglo XVI contó con interesantes intervenciones a cargo de Almudena Pérez de Tudela (Patrimonio Nacional) en torno al retrato durante el reinado de Felipe II, y Ana Diéguez-Rodríguez (Instituto Moll), quien habló del Calvario de Hendrick de Clerck pintado para la iglesia de Saint-Josse-ten-Noode de Bruselas.

En cuanto al estudio de las obras de arte desde el punto de vista técnico, sobresalió la intervención de Hélène Dubois (KIK-IRPA), Lorne Campbell, José Juan Pérez Preciado y Laura Alba (Museo Nacional del Prado) sobre las copias realizadas por Michel Coxcie del  Descendimiento de la Cruz de Rogier van der Weyden  (Madrid, Museo Nacional del Prado) que se conservan en el Monasterio de El Escorial, la Capilla Real de Granada y el Bode Museum de Berlín. Todo ello a partir de los análisis obtenidos en el laboratorio empleando reflectografías infrarrojas.

Reflectografía infrarroja del Descendimiento de Van der Weyden. ©Museo Nacional del Prado.
Juan Bautista Martínez del Mazo, copia de Rubens. Apolo vencedor de Pan. ©Museo Nacional del Prado

El siglo XVII también tuvo especial atención, con interesantes intervenciones, entre otros, a cargo de Abigail Newman (Amberes, Rubeniarum) o Eduardo Lamas Delgado, éste último codirector del congreso como miembro del IRPA y que trató la figura de Michele Fiammingo en relación al mercado de copias en el Mediterráneo. David García Cueto y Ángel Rodríguez Rebollo trataron las colecciones reales españolas desde diversos prismas, prestándose atención a las copias conservadas aún hoy en el Patrimonio Nacional y abordando una figura fundamental en ese campo, la de Juan Bautista Martínez del Mazo. El ámbito colonial también tuvo eco a través de una interesante charla donde se dio a conocer un conjunto de pinturas conservadas en la iglesia de la Soledad de Oaxaca (México), encargadas durante la segunda mitad del siglo XVII por el arcediano Pedro de Otarola Carvajal.

Como broche de oro al programa, los ponentes pudieron visitar el taller de restauración del IRPA. Allí tuvieron la oportunidad de contemplar el minucioso proceso de recuperación que en estos momentos se está llevando a cabo de una importante pintura de Pedro Pablo Rubens. Se trata de la tabla de la Sagrada Familia en la Huida a Egipto que el pintor flamenco realizó hacia 1620 para la iglesia de San Carlos Borromeo de Amberes.

El simposio se enmarca dentro de Proyecto I+D del Ministerio de Economía y Competitividad titulado COPIMONARCH. La copia pictórica en la Monarquía Hispánica, siglos XVI-XVIII, dirigido por el profesor de la Universidad de Granada y doctor en historia del arte, David García Cueto. Para su desarrollo cuenta con reputados investigadores procedentes de instituciones de gran prestigio como el Museo Nacional del Prado, Patrimonio Nacional, la Biblioteca Hertziana o el Archivio di Stato de Roma, el propio KIK-IRPA y buena parte de los centros universitarios europeos como los de Madrid, Roma, Nápoles o Bruselas entre otros.

Este importantísimo proyecto aborda el estudio de un fenómeno apenas considerado por la historiografía moderna, el de la copia artística. El elevado número de réplicas realizadas a lo largo de los siglos XVI-XVIII por maestros españoles, italianos y flamencos conservadas en el patrimonio artístico español, ha sido estudiado pormenorizadamente a través de sendos congresos que han abarcado los tres ámbitos geográficos más relevantes: los territorios hispánicos (Lisboa, Fundaçao Calouste Gubelkian, 11-12 de octubre de 2016); Italia (Nápoles, Palazzo Cevallos-Stigliano, 23 de enero de 1017); y finalmente Flandes (KIK-IRPA). Todo ello abordando las obras desde distintos puntos de vista, tanto formal, como técnico, iconográfico y contextual, hecho que permite comprender mejor el desarrollo y difusión de las imágenes (y de su significación política en muchos casos) a lo largo de los territorios que durante la edad moderna pertenecieron a la monarquía hispánica.

Estado actual de la restauración de la Sagrada Familia en la huida a Egipto de Rubens.©KIK-IRPA, Brussels.

polestoto

lahirtoto

warung403

warung403 login

situs warung403

lahirtoto

LAHIRTOTO

LAHIRTOTO LOGIN

lahirtoto

imgstock

Hosting Gambar

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perpaduan Efek Visual dan Mekanisme Permainan yang Menarik untuk Dipahami

Mengapa Game Digital dengan Tema Tradisional Masih Memiliki Tempat di Era Hiburan Modern?

Perkembangan Game Mobile Membawa Perubahan pada Cara Pengguna Menikmati Hiburan Interaktif

Mahjong Ways Memiliki Detail Simbol dan Warna yang Membentuk Karakter Visual Permainannya

Di Balik Desain Game Modern, Ada Peran Animasi dalam Membuat Interaksi Terasa Lebih Hidup

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menghadirkan Pengalaman Visual melalui Perubahan Simbol Berantai?

Game Bertema Asia Semakin Beragam dengan Perpaduan Unsur Budaya dan Teknologi Digital

Mengapa Tampilan Antarmuka Menjadi Salah Satu Bagian Penting dalam Pengembangan Game Mobile?

Mahjong Ways dan Cara Elemen Visual Tradisional Diadaptasi ke dalam Permainan Digital

Teknologi Perangkat Mobile Membantu Pengembang Menghadirkan Game dengan Tampilan Lebih Dinamis

Mahjong Ways 2 Memiliki Ritme Permainan yang Dipengaruhi oleh Pergantian Simbol dan Animasi

Mengapa Game dengan Tampilan Sederhana Terkadang Lebih Mudah Diingat oleh Pengguna?

Perkembangan Game Mobile Membuat Pengalaman Bermain Semakin Bergantung pada Desain yang Responsif

Mahjong Ways Menghadirkan Nuansa Budaya Asia melalui Detail Ornamen dan Pilihan Warna

Bagaimana Efek Suara Membantu Pengguna Memahami Perubahan yang Terjadi dalam Game Digital?

Game Digital Bertema Tradisional Memiliki Cara Tersendiri untuk Menyesuaikan Diri dengan Tren Modern

Mahjong Ways 2 dan Cara Mekanisme Cascade Membentuk Alur Visual dalam Setiap Putaran

Mengapa Komunitas Pemain Sering Membahas Detail Kecil yang Ada dalam Sebuah Game?

Perubahan Kebiasaan Pengguna Smartphone Turut Memengaruhi Arah Pengembangan Game Mobile

Identitas Visual Game Digital Tidak Hanya Ditentukan oleh Grafis tetapi Juga Konsistensi Desain

Mahjong Ways 2 Menghadirkan Mekanisme Simbol Berantai yang Menarik untuk Dipelajari dari Sisi Desain Game

Mengapa Tampilan Mahjong Ways Masih Mudah Dikenali di Tengah Banyaknya Game Digital Modern?

Perubahan Desain Game Mobile Membuat Animasi dan Interaksi Visual Terasa Semakin Dinamis

Di Balik Popularitas Game Bertema Asia, Ada Unsur Budaya dan Desain yang Layak Diperhatikan

Bagaimana Efek Visual dalam Mahjong Ways Membentuk Pengalaman Bermain yang Berbeda?

Perkembangan Teknologi Smartphone Membawa Perubahan pada Cara Game Digital Dirancang

Mahjong Ways dan Penggunaan Simbol Klasik dalam Membangun Identitas Permainan Digital

Mengapa Sebuah Game Bisa Bertahan dalam Percakapan Komunitas Meski Tren Terus Berganti?

Kecerdasan Buatan Mulai Mengubah Cara Pengembang Memahami Kebutuhan Pemain Game Mobile

Desain Suara dan Animasi Menjadi Bagian Penting dalam Pengalaman Game Digital Masa Kini

Mahjong Ways 2 Memiliki Perpaduan Animasi dan Simbol yang Membentuk Pengalaman Visual Berbeda

Mengapa Game Bertema Mahjong Masih Menarik Dibahas di Tengah Perkembangan Hiburan Digital?

Perubahan Teknologi Game Mobile Membuat Tampilan Permainan Semakin Detail dan Responsif

Mahjong Ways Menggunakan Elemen Budaya Asia yang Memberikan Ciri Khas pada Desain Permainannya

Di Balik Tampilan Game Digital Modern, Ada Proses Desain yang Memengaruhi Pengalaman Pengguna

Bagaimana Mahjong Ways 2 Menggabungkan Efek Cascade dengan Perubahan Tampilan Simbol?

Game Mobile Kini Tidak Hanya Mengandalkan Grafis tetapi Juga Kenyamanan Interaksi Pengguna

Warna dan Animasi dalam Mahjong Ways Menjadi Bagian Menarik dari Identitas Visual Permainan

Mengapa Desain Simbol dalam Game Digital Bisa Membuat Sebuah Permainan Mudah Dikenali?

Perkembangan Game Bertema Asia Menunjukkan Cara Budaya Tradisional Hadir dalam Hiburan Modern

Mahjong Ways 2 Memperlihatkan Bagaimana Efek Multiplier Menjadi Bagian dari Mekanisme Permainan

Komunitas Game Digital Memiliki Pengaruh terhadap Cara Sebuah Permainan Dikenal dan Dibicarakan

Bagaimana Pengembang Game Mobile Menyesuaikan Desain Permainan dengan Kebiasaan Pengguna?

Mahjong Ways Memiliki Gaya Visual yang Memadukan Nuansa Tradisional dengan Animasi Digital

Pengalaman Bermain Game Mobile Semakin Dipengaruhi oleh Kualitas Animasi dan Kecepatan Perangkat

Mengapa Tema Budaya Asia Sering Digunakan untuk Membangun Identitas dalam Game Digital?

Mahjong Ways 2 Menampilkan Perubahan Simbol Berantai yang Menarik Dipahami dari Sisi Mekanisme

Kecerdasan Buatan Membuka Pendekatan Baru dalam Pengembangan Pengalaman Game Digital

Desain Antarmuka Game Mobile Berperan Penting dalam Membantu Pengguna Memahami Fitur Permainan

Mahjong Ways dan Perkembangan Game Digital Menunjukkan Pentingnya Identitas Visual yang Konsisten